Dzikir Setelah Sholat: Bacaan Lengkap Setelah Salam
Momen tepat setelah mengucap salam sering terlewat begitu saja — berdiri, meraih ponsel, lanjut ke aktivitas berikutnya. Padahal ada rangkaian dzikir yang terdokumentasi dengan baik untuk momen ini, dibaca sebelum melakukan hal lain. Semuanya singkat — total kurang dari tiga menit — dan masing-masing bersumber dari hadis tertentu, bukan sekadar kebiasaan turun-temurun.
Kapan dibaca
Dzikir ini dibaca segera setelah salam, sambil masih duduk, sebelum beranjak ke hal lain — termasuk sebelum sholat sunnah yang mungkin mengikutinya.
Daftar lengkap
1. Istighfar, lalu doa salam
Hal pertama yang diriwayatkan dilakukan Nabi ﷺ setelah selesai sholat.
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ، أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ، أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ. اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
Astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah. Allahumma antas-salamu wa minkas-salam, tabarakta ya dhal-jalali wal-ikram.
Aku memohon ampun kepada Allah (dibaca tiga kali). Ya Allah, Engkau Maha Pemberi keselamatan, dan dari-Mu keselamatan itu datang. Maha Suci Engkau, wahai Pemilik keagungan dan kemuliaan.
Sumber: Sahih Muslim 591, diriwayatkan oleh Tsauban.
2. Ayat Kursi (Al-Quran 2:255)
Satu ayat, dibaca sekali, tepat setelah sholat selesai.
اللَّهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Allahu la ilaha illa huwal-hayyul-qayyum, la ta'khudhuhu sinatun wa la nawm, lahu ma fis-samawati wa ma fil-ard, man dhal-ladhi yashfa'u 'indahu illa bi-idhnih, ya'lamu ma bayna aydihim wa ma khalfahum, wa la yuhituna bishay'im-min 'ilmihi illa bima sha', wasi'a kursiyyuhus-samawati wal-ard, wa la ya'uduhu hifzuhuma, wa huwal-'aliyyul-'azim.
Allah, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup, Yang terus-menerus mengurus makhluk-Nya. Tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapa yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya? Dia mengetahui apa yang di hadapan dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu Allah melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Besar.
Sumber: Al-Quran 2:255; tentang keutamaannya setelah setiap sholat wajib, Sunan an-Nasa'i al-Kubra 9848, diriwayatkan dari Abu Umamah.
3. Tasbih: 33, 33, dan 34
Dibaca tepat setelah dua bacaan sebelumnya, sebelum berdiri.
سُبْحَانَ اللَّهِ (×٣٣) الْحَمْدُ لِلَّهِ (×٣٣) اللَّهُ أَكْبَرُ (×٣٤)
Subhanallah (33 kali), Alhamdulillah (33 kali), Allahu Akbar (34 kali).
Maha Suci Allah (33 kali). Segala puji bagi Allah (33 kali). Allah Maha Besar (34 kali).
Sumber: Sahih Muslim 596a, diriwayatkan dari Ka'b bin Ujrah — Nabi ﷺ menyebut dzikir ini sebagai bacaan yang "pembacanya tidak akan kecewa."
4. Tiga surah perlindungan
Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, dibaca masing-masing sekali tepat setelah tasbih.
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Qul huwallahu ahad, Allahus-samad, lam yalid wa lam yulad, wa lam yakun lahu kufuwan ahad.
Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
Qul a'udhu bi-Rabbil-falaq, min sharri ma khalaq, wa min sharri ghasiqin idha waqab, wa min sharrin-naffathati fil-'uqad, wa min sharri hasidin idha hasad.
Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan makhluk yang Dia ciptakan, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang meniup pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلٰهِ النَّاسِ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
Qul a'udhu bi-Rabbin-nas, Malikin-nas, Ilahin-nas, min sharril-waswasil-khannas, alladhi yuwaswisu fi sudurin-nas, minal-jinnati wan-nas.
Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan manusia, Raja manusia, Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.
Sumber: Sunan Abi Dawud 1523, diriwayatkan dari Uqbah bin Amir, dinilai sahih oleh Al-Albani — Nabi ﷺ memerintahkannya membaca ketiga surah ini setelah setiap sholat.
Catatan praktis
Ini justru momen yang paling sering hilang karena ponsel — salam selesai, dan tangan yang tadi terangkat dalam doa malah meraih layar. Pray secara otomatis memblokir aplikasi yang paling sering mengganggu momen ini, dihitung langsung di perangkatmu, supaya tiga menit di atas benar-benar punya kesempatan terjadi sebelum hal lain merebut perhatianmu.
Membangunnya bertahap
Mulai dengan istighfar dan doa salam — paling singkat dan dibaca setelah setiap sholat apa pun tambahan lainnya. Setelah itu tambahkan Ayat Kursi, lalu tasbih, lalu tiga surah, masing-masing setelah yang sebelumnya terasa otomatis, bukan lagi usaha keras untuk mengingat.