← Kembali ke blog
Dzikir 7 menit membaca

Dzikir setelah sholat: apa yang dibaca setelah salam

Momen segera setelah mengucap salam mudah sekali terlewat begitu saja — berdiri, meraih ponsel, lanjut ke hal berikutnya. Padahal momen itu memiliki rangkaian dzikir tersendiri yang telah terdokumentasi dengan baik, dibaca sebelum melakukan apa pun yang lain. Tidak satu pun memakan waktu lama. Digabungkan, semuanya kurang dari tiga menit, dan masing-masing bersumber pada hadits tertentu, bukan sekadar kebiasaan umum.

Kapan dibacanya

Dzikir ini dibaca segera setelah salam, saat masih duduk, sebelum beralih ke hal lain — termasuk sholat sunnah apa pun yang mungkin menyusul setelah sholat fardu.

Daftar lengkap

1. Istighfar, lalu doa salam

Hal pertama yang diriwayatkan dilakukan Nabi ﷺ segera setelah menyelesaikan sholat.

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ، أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ، أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ. اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

Astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah. Allahumma antas-salamu wa minkas-salam, tabarakta ya dhal-jalali wal-ikram.

Aku memohon ampun kepada Allah (dibaca tiga kali). Ya Allah, Engkaulah Yang Maha Sejahtera, dan dari-Mu datangnya kesejahteraan. Maha Berkah Engkau, wahai Pemilik keagungan dan kemuliaan.

Sumber: Sahih Muslim 591, diriwayatkan oleh Tsauban.

2. Ayat al-Kursi (Al-Qur'an 2:255)

Satu ayat, dibaca sekali, segera setelah sholat berakhir.

اللَّهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Allahu la ilaha illa huwal-hayyul-qayyum, la ta'khudhuhu sinatun wa la nawm, lahu ma fis-samawati wa ma fil-ard, man dhal-ladhi yashfa'u 'indahu illa bi-idhnih, ya'lamu ma bayna aydihim wa ma khalfahum, wa la yuhituna bishay'im-min 'ilmihi illa bima sha', wasi'a kursiyyuhus-samawati wal-ard, wa la ya'uduhu hifzuhuma, wa huwal-'aliyyul-'azim.

Allah — tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup, Yang Terus-menerus Mengurus makhluk-Nya. Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya? Dia mengetahui apa yang di hadapan dan di belakang mereka, sedangkan mereka tidak mengetahui apa pun dari ilmu-Nya kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi, dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Sumber: Al-Qur'an 2:255; tentang keutamaannya setelah setiap sholat fardu: Sunan an-Nasa'i al-Kubra 9848, diriwayatkan oleh Abu Umamah. Penjelasan lebih lanjut tentang kapan dan mengapa ayat ini dibaca tiga kali sehari ada dalam panduan Ayat al-Kursi kami.

3. Tasbih: 33, 33, dan 34

Dibaca segera setelah dua dzikir sebelumnya, sebelum berdiri.

سُبْحَانَ اللَّهِ (×٣٣) الْحَمْدُ لِلَّهِ (×٣٣) اللَّهُ أَكْبَرُ (×٣٤)

Subhanallah (33 kali), Alhamdulillah (33 kali), Allahu Akbar (34 kali).

Maha Suci Allah (33 kali). Segala puji bagi Allah (33 kali). Allah Maha Besar (34 kali).

Sumber: Sahih Muslim 596a, diriwayatkan oleh Ka'b bin Ujrah — Nabi ﷺ menggambarkan dzikir ini sebagai amalan yang pembacanya "tidak akan pernah merugi." Penjelasan lengkap, termasuk varian umum yang menggenapkan hitungan menjadi seratus, ada dalam panduan khusus kami tentang tasbih setelah sholat.

4. Tiga qul

Al-Ikhlas, al-Falaq, dan an-Nas, masing-masing dibaca sekali segera setelah tasbih.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ۝ اللَّهُ الصَّمَدُ ۝ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ۝ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Qul huwallahu ahad, Allahus-samad, lam yalid wa lam yulad, wa lam yakun lahu kufuwan ahad.

Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat bergantung segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ۝ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ ۝ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ۝ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ ۝ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Qul a'udhu bi-Rabbil-falaq, min sharri ma khalaq, wa min sharri ghasiqin idha waqab, wa min sharrin-naffathati fil-'uqad, wa min sharri hasidin idha hasad.

Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai waktu subuh, dari kejahatan makhluk yang Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang meniup pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ۝ مَلِكِ النَّاسِ ۝ إِلٰهِ النَّاسِ ۝ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ۝ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ ۝ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Qul a'udhu bi-Rabbin-nas, Malikin-nas, Ilahin-nas, min sharril-waswasil-khannas, alladhi yuwaswisu fi sudurin-nas, minal-jinnati wan-nas.

Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan sekalian manusia, Raja sekalian manusia, Sesembahan sekalian manusia, dari kejahatan bisikan setan yang bersembunyi, yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia, dari golongan jin dan manusia.

Sumber: Sunan Abi Dawud 1523, diriwayatkan oleh Uqbah bin Amir, dinilai sahih oleh Al-Albani — Nabi ﷺ memerintahkannya membaca ketiga surat ini setelah setiap sholat. Teks lengkap dan kesempatan lain untuk membacanya ada dalam panduan tiga qul kami.

Catatan praktis

Inilah momen yang paling sering direbut ponsel dari kebanyakan orang — salam selesai, dan tangan yang baru saja terangkat untuk berdoa kini beralih meraih layar. Pray secara otomatis memblokir aplikasi yang paling mungkin mengganggu momen ini, dihitung langsung di perangkat Anda, sehingga tiga menit di atas punya peluang nyata untuk terjadi sebelum hal lain merebut perhatian Anda.

Membangunnya bertahap

Mulailah dengan istighfar dan doa salam — bagian paling singkat dan satu-satunya yang dibaca setelah setiap sholat apa pun yang Anda tambahkan setelahnya. Lanjutkan dengan Ayat al-Kursi, kemudian tasbih, lalu qul, masing-masing setelah yang sebelumnya terasa otomatis dan tidak lagi memerlukan usaha.

Lindungi kebiasaan ini, bukan sekadar membacanya

Pray secara otomatis memblokir gangguan saat waktu Salat dan Dzikir, dihitung langsung di perangkatmu.

Gabung Daftar Tunggu

Pertanyaan Umum

Apakah saya harus membaca semua ini setelah setiap sholat?

Tidak. Istighfar dan doa salam adalah sunnah inti yang dibaca setelah setiap sholat fardu. Ayat al-Kursi, tasbih, dan tiga qul semuanya tambahan terpisah yang bisa Anda bangun secara bertahap — tidak ada satu pun yang menjadi syarat bagi yang lain.

Apa bedanya tasbih 33/33/34 dengan versi lain?

Keduanya sahih. Satu riwayat menyebut Subhanallah, Alhamdulillah, dan Allahu Akbar masing-masing 33 kali, lalu Allahu Akbar sekali lagi untuk genap 34. Riwayat lain menyebut ketiganya 33 kali masing-masing, diikuti pengakuan tauhid singkat untuk melengkapi hitungan seratus. Keduanya sah untuk diamalkan.

Apakah ada urutan wajib untuk membacanya?

Tidak ada urutan khusus yang ditetapkan. Istighfar dan doa salam dibaca lebih dulu karena diucapkan segera setelah sholat selesai, tetapi setelah itu urutan Ayat al-Kursi, tasbih, dan qul tidak ditetapkan secara pasti dalam sumber-sumbernya — menyelesaikan semuanya lebih penting daripada urutannya.

Apakah harus dibaca dengan suara keras?

Keduanya boleh. Tidak ada dalam hadits terkait yang mengharuskan volume suara tertentu, jadi membacanya pelan dalam hati sama sahnya dengan membaca secara jahr (bersuara).

Bagaimana jika saya sudah berdiri sebelum teringat?

Bacalah segera setelah teringat. Tetap duduk sejenak setelah salam adalah praktik yang lebih mapan, tetapi tidak ada ketentuan khusus yang membatalkan pembacaannya jika sedikit terlambat karena lupa.

Bacaan Terkait

Alat gratis: penghitung tasbih digital → Tasbih setelah sholat: penjelasan 33-33-34 → Tiga qul dijelaskan → Dzikir pagi: daftar lengkap, Arab, arti →