Cara sholat Istikharah
Terjebak antara tawaran pekerjaan dan bertahan di tempat sekarang, lamaran pernikahan, kepindahan, pembelian - jenis keputusan di mana Anda telah menimbang untung ruginya dan tetap tidak merasa yakin. Istikharah adalah sholat untuk momen seperti itu tepatnya: cara yang singkat dan spesifik untuk memohon petunjuk langsung dari Allah sebelum Anda berkomitmen pada suatu jalan, daripada memutuskan sendiri dan berharap semuanya berjalan baik.
Apa sebenarnya Istikharah itu
Istikharah bukanlah ritual untuk meramal masa depan atau pengganti untuk membuat keputusan - ini adalah sholat dua rakaat yang diikuti dengan doa khusus yang memohon Allah mengarahkan Anda ke pilihan yang benar-benar lebih baik untuk agama dan kehidupan Anda, dan menjauhkan Anda dari yang tidak baik, bahkan jika Anda sendiri tidak bisa membedakan mana yang mana.
Sumber: Sahih al-Bukhari 1166, diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah — ia berkata bahwa Nabi ﷺ mengajarkan para sahabat cara melakukan Istikharah untuk segala urusan sama seperti beliau mengajarkan mereka sebuah surah dari Al-Qur'an.
Cara melaksanakannya
Kerjakan sholat sunnah dua rakaat, terpisah dari sholat wajib apa pun, kapan saja selain waktu-waktu yang dimakruhkan untuk sholat. Setelah selesai, ucapkan doa berikut.
Allahumma inni astakhiruka bi'ilmika, wa astaqdiruka bi-qudratika, wa as'aluka min fadlikal-'azim, fa-innaka taqdiru wa la aqdir, wa ta'lamu wa la a'lam, wa anta 'allamul-ghuyub. Allahumma in kunta ta'lamu anna hadhal-amra khayrun li fi dini wa ma'ashi wa 'aqibati amri, faqdurhu li wa yassirhu li thumma barik li fih. Wa in kunta ta'lamu anna hadhal-amra sharrun li fi dini wa ma'ashi wa 'aqibati amri, fasrifhu 'anni was-rifni 'anhu, waqdur liyal-khayra haythu kana thumma ardini bih.
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan yang baik kepada-Mu dengan ilmu-Mu, dan aku memohon kekuatan kepada-Mu dengan kekuasaan-Mu, dan aku memohon kepada-Mu dari karunia-Mu yang besar. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa sedangkan aku tidak berkuasa, dan Engkau mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui, dan Engkaulah Yang Maha Mengetahui perkara-perkara gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini baik bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akibat urusanku, maka tetapkanlah ia untukku, mudahkanlah ia bagiku, kemudian berkahilah aku di dalamnya. Dan jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akibat urusanku, maka jauhkanlah ia dariku dan jauhkanlah aku darinya, dan tetapkanlah kebaikan untukku di mana pun itu berada, kemudian jadikanlah aku ridha dengannya.
Sumber: Sahih al-Bukhari 1166, diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah.
Menyebutkan perkaranya
Dalam hadis yang sama, Nabi ﷺ menambahkan bahwa orang tersebut kemudian harus menyebutkan urusan spesifik yang ditanyakan - menyebut pekerjaan, orang, atau keputusan itu dengan namanya, bukan membiarkan doa tetap umum, baik secara diam-diam dalam hati maupun dengan suara pelan.
Apa yang sebenarnya terjadi setelahnya
Kesalahpahaman yang umum terjadi adalah bahwa Istikharah diikuti oleh mimpi yang mengungkapkan jawabannya. Tidak ada apa pun dalam hadis yang menyebutkan mimpi sama sekali. Doa itu sendiri sudah menjelaskan apa yang bisa diharapkan: jika urusan itu baik, Allah memudahkannya dan memberkatinya; jika buruk, Allah menjauhkannya dan menghilangkan keinginan terhadapnya. Dalam praktiknya, ini biasanya terlihat seperti keadaan yang terbuka atau tertutup di sekitar keputusan itu - bukan penglihatan yang datang dalam semalam.
Mengulanginya
Jika tidak ada kejelasan yang datang setelah sholat sekali, tidak ada salahnya sholat Istikharah lagi untuk keputusan yang sama di waktu lain. Ini bukan ritual sekali saja dengan batasan yang ketat - beberapa urusan membutuhkan waktu lebih lama untuk terselesaikan daripada yang lain.
Catatan praktis
Istikharah bekerja paling baik sebagai dua rakaat sungguhan yang disisihkan dengan sengaja, bukan diselipkan di antara hal-hal lain sambil setengah teralihkan perhatiannya. Pray memblokir gangguan secara otomatis sepanjang jendela waktu Salat Anda, yang membuatnya lebih mudah untuk benar-benar duduk merenungkan sebuah keputusan selama beberapa menit yang dibutuhkan, bukan terburu-buru melewatinya.