← Kembali ke blog
Dzikir 7 menit membaca

Tiga Qul dijelaskan: Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas

"Tiga Qul" adalah nama umum untuk Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas — tiga dari surah terpendek dalam Al-Quran, dan tiga yang paling sering dibaca. Jika Anda pernah melihat daftar dzikir apa pun, Anda pasti sudah melihatnya: mereka muncul dalam rutinitas pagi dan sore, setelah setiap salat, dan tepat sebelum tidur. Berikut adalah makna masing-masing, mengapa dikelompokkan bersama, dan mengapa muncul begitu sering.

Mengapa "Tiga Qul"?

Setiap surah dibuka dengan kata Qul — "Katakanlah" — perintah yang Allah berikan kepada Nabi ﷺ sebelum bagian ayat selanjutnya. Al-Ikhlas dimulai dengan Qul huwallahu ahad, Al-Falaq dimulai dengan Qul a'udhu bi-Rabbil-falaq, dan An-Nas dimulai dengan Qul a'udhu bi-Rabbin-nas. Al-Falaq dan An-Nas juga disebut al-Mu'awwidhatan — "dua surah perlindungan" — karena keduanya dibangun di sekitar permohonan perlindungan (a'udhu) kepada Allah.

Isi masing-masing

Surah Al-Ikhlas (112)

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ۝ اللَّهُ الصَّمَدُ ۝ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ۝ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Qul huwallahu ahad, Allahus-samad, lam yalid wa lam yulad, wa lam yakun lahu kufuwan ahad.

Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah tempat bergantung segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.

Empat ayat pendek yang menyatakan keesaan Allah dengan istilah paling jelas dalam Al-Quran. Nabi ﷺ menggambarkan surah ini setara dengan sepertiga Al-Quran — bukan dari segi panjangnya, melainkan makna yang padat, karena ia merangkum ajaran inti Al-Quran tentang siapa Allah.

Sumber: Sahih al-Bukhari 5015, diriwayatkan oleh Abu Sa'id al-Khudri.

Surah Al-Falaq (113)

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ۝ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ ۝ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ۝ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ ۝ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Qul a'udhu bi-Rabbil-falaq, min sharri ma khalaq, wa min sharri ghasiqin idha waqab, wa min sharrin-naffathati fil-'uqad, wa min sharri hasidin idha hasad.

Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai waktu subuh, dari kejahatan makhluk yang Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang meniup pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.

Perlindungan dari empat kategori bahaya: kejahatan umum dalam ciptaan, kejahatan yang datang dengan gelapnya malam, kejahatan sihir, dan kejahatan iri hati.

Surah An-Nas (114)

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ۝ مَلِكِ النَّاسِ ۝ إِلٰهِ النَّاسِ ۝ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ۝ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ ۝ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Qul a'udhu bi-Rabbin-nas, Malikin-nas, Ilahin-nas, min sharril-waswasil-khannas, alladhi yuwaswisu fi sudurin-nas, minal-jinnati wan-nas.

Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia, Raja manusia, Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari golongan jin dan manusia.

Perlindungan khusus dari bisikan — baik yang datang dari jin maupun dari manusia.

Sumber (tentang membaca ketiganya bersama sudah cukup): Sunan Abi Dawud 5082 dan Jami' at-Tirmidzi 3575, diriwayatkan oleh Abdullah bin Khubaib — Nabi ﷺ memberitahunya bahwa ketiga surah ini "akan mencukupimu dari segala sesuatu".

Kapan dzikir ini dibaca

Pagi dan sore

Dibaca tiga kali masing-masing sebagai bagian dari dzikir pagi dan sore standar, berdasarkan riwayat yang sama di atas. Daftar lengkap, beserta rutinitas selebihnya, ada di panduan dzikir pagi kami.

Setelah setiap salat

Dibaca sekali masing-masing, tepat setelah tasbih yang mengikuti salam.

Sumber: Sunan Abi Dawud 1523, diriwayatkan oleh Uqbah bin Amir, dinilai sahih oleh Al-Albani — Nabi ﷺ memerintahkannya membaca ketiganya setelah setiap salat. Lihat panduan dzikir setelah salat kami untuk urutan lengkap.

Sebelum tidur

Dibaca sekali masing-masing, kemudian ditiupkan ke telapak tangan yang dikatupkan dan diusapkan ke sebanyak mungkin bagian tubuh yang bisa dijangkau, diulang tiga kali.

Sumber: Sahih al-Bukhari 5017, diriwayatkan oleh Aisyah. Lebih lanjut tentang rutinitas waktu tidur yang lengkap ada di panduan dzikir tidur kami.

Kapan pun Anda menginginkan perlindungan atau ketenangan

Tidak ada dalam sumber-sumber yang membatasi tiga surah ini pada waktu-waktu tetap. Bisa dibaca kapan saja Anda menginginkan rasa perlindungan — empat kesempatan di atas hanyalah yang paling konsisten diriwayatkan dari Nabi ﷺ, bukan satu-satunya yang diizinkan.

Catatan praktis

Karena ketiganya muncul pada empat titik terpisah sepanjang hari — pagi, sore, setelah setiap salat, dan sebelum tidur — ini termasuk hal yang paling mudah untuk benar-benar diselesaikan secara konsisten, selama momen-momen itu tidak keburu direbut oleh layar ponsel. Pray secara otomatis memblokir aplikasi yang paling mungkin mengganggu momen-momen ini, dihitung langsung di perangkat Anda, sehingga bacaan terjadi sebelum scroll dimulai.

Lindungi kebiasaan ini, bukan sekadar membacanya

Pray secara otomatis memblokir gangguan saat waktu Salat dan Dzikir, dihitung langsung di perangkatmu.

Gabung Daftar Tunggu

Pertanyaan Umum

Mengapa disebut 'Tiga Qul'?

Masing-masing dari tiga surah - Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas - dibuka dengan kata Qul (Katakanlah), perintah yang Allah berikan kepada Nabi ﷺ sebelum bagian ayat selanjutnya. 'Tiga Qul' hanyalah singkatan umum untuk kelompok ini.

Apakah Al-Ikhlas benar-benar setara dengan sepertiga Al-Quran?

Begitulah Nabi ﷺ menggambarkannya dalam sebuah hadis sahih. Para ulama umumnya menjelaskan ini merujuk pada makna yang padat - Al-Ikhlas merangkum ajaran inti Al-Quran tentang siapa Allah - bukan pecahan literal dari panjangnya.

Haruskah saya membaca ketiganya bersama, atau boleh hanya satu saja?

Anda bisa membaca salah satunya secara terpisah. Namun membaca ketiganya bersama - setelah salat, pada pagi dan sore, dan sebelum tidur - adalah pola yang paling konsisten tercatat dalam hadis.

Apa perbedaan membacanya untuk dzikir pagi/sore dan untuk tidur?

Lafalnya sama, tetapi tindakan yang menyertainya berbeda. Dalam rutinitas pagi dan sore, dibaca tiga kali saja masing-masing. Sebelum tidur, Nabi ﷺ akan meniup ke telapak tangannya yang dikatupkan setelah membacanya dan mengusapkannya ke sebanyak mungkin bagian tubuh yang bisa dijangkau.

Bolehkah saya membacanya untuk perlindungan di luar waktu-waktu ini?

Ya. Tidak ada dalam sumber-sumber yang membatasinya hanya pada kesempatan ini - bisa dibaca kapan saja Anda menginginkan rasa perlindungan atau ketenangan, meski pagi, sore, setelah salat, dan sebelum tidur adalah waktu-waktu yang paling konsisten diriwayatkan dari Nabi ﷺ.

Bacaan Terkait

Dzikir setelah salat: apa yang dibaca setelah selesai salat → Dzikir tidur: rutinitas waktu tidur yang lengkap → Dzikir pagi: daftar lengkap, Arab, dan makna →